MENUNGGU…




”Keimanan adalah rahasia dibalik kerelaan,
ketenangan dan rasa aman. Sebaliknya, kebingungan dan kesengsaraan
selalu mengiringi kekufuran”
-Aidh Al-Qarni-

“ Hal yang paling membosankan adalah menunggu ”. Tidak jarang kalimat tersebut selalu memenuhi dinding facebook saya. Bukan bermunafikan diri, tapi sejujurnya saya juga pernah menulis status seperti itu.  hehehe

Memang benar, menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang benar-benar mengerti tentang makna menunggu. 


Menunggu bukanlah hal yang membosankan ketika dalam menunggu kita melakukan aktifitas lain yang kita senangi, contoh kecilnya ketika saya menunggu dosen untuk konsultasi masalah skripsi, meskipun berjam-jam saya duduk di depan ruang dosen, tapi tidak membuat saya bosan, malah deg-degan, hihihi  dalam menunggu saya bisanya mempelajari dan membaca berulang2 skripsi saya, bahkan saya sempatkan untuk membawa dan membaca komik atau novel. 

Hal tersebut tidak hanya saya praktikan ketika menunggu dosen, tapi juga hal lain seperti ketika saya ingin ke bank, ke stasiun ato ketempat2 yang sekiranya banyak antrianya, dengan begitu waktu akan berlalu dengan cepat tanpa saya sadari. J seperti itulah saya mengobati kebosanan menunggu.

Berbeda dengan menunggu jodoh lo ya… kita g bisa hanya diam menunggu apalagi sambil baca komik, novel, atau bahkan main gadget ah, pasti malah bikin baper.
Suatu hari di surau PP Putri Al-husna, Saya iseng mendengarkan percakapan 2 orang teman akrab saya.
            A         : “ Mbak, kira2 siapa jodohnya saya ya?”
            B         : “ Ngeh mboten semerep to mbak, Allahua’lam”
            A         : “ah bosen gini2 tok, menunggu jodoh tapi tak kunjung datang”
            B         : “ Ya jangan Cuma di tunggu to mbak, tapi berdo’a dan ikhtiar”
A            : “ Kalo berdo’a udah tiap hari mbak, bahkan di waktu2 mustajabah, tapi kok ya belum di pertemukan ?” dulu saya berdoa dengan kriteria yang lengkap banget, tapi karena lama g dikabulkan ya saya ringkas do’anya, g banyak2. Tapi kok belum dikabulkan juga ya?
B              : “ ya ikhtiar juga mbak, g Cuma minta tok tapi kita juga harus bercermin, kita udah siap belum di pertemukan dengan jodoh kita? Trus kalo do’anya sampean seabrek dengan kriteria yang buanyak seperti itu, kira2 kita pantes g punya pasangan se perfec itu? “ dari pada bosen nunggu jodoh yang g tau kapan datangnya,  kita perbaiki diri dulu, kita hebatkan ilmu agama kita, kita perindah dulu tingkah laku, tutur kata dan perbuatan kita, kita mencari kesibukan yang bermanfaat. tapi niat tersebut harus bener2 di ikhlaskan karena Allah, kelak ketika Allah menganggap kita benar2 siap dengan sendirinya jodoh itu akan datang kepada kita, bahkan pada waktu yang tidak kita duga.
Mendengar percakapan tersebut membuat saya sadar bahwa menunggu jodohpun tak akan pernah bosan ketika kita benar2 mengisi kebosanan tersebut dengan hal yang positif. Sudahlah lupakan mereka berdua.

Berbicara masalah menunggu? Saya berpikir menunggu di dunia yang hanya berjam-jam saja sudah mengeluh bahkan tidak jarang dari kita sampai marah-marah dan mengeluarkan kata2 yang tidak pantas untuk di ucapkan. Trus, bagaimana kelak di alam kubur? Ketika menunggu hari kiamat? Bukan lagi berjam-jam atau bahkan bertahun-tahun, tapi bisa saja sampai puluhan hingga ratusan tahun. 

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)” QS. Al-A’raf: 126 Amin..
           

0 komentar: