Kawah Ijen


Kawah ijen atau Gunug Ijen yang memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936. Merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya.

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia..
Kawah Ijen

Hal itulah yang menjadi alasana kami untuk bisa menikmati keindahanya. 3x Rencani kami gagal untuk pergi kesana. Tapi hari ini Jum’at 13 Oktober 2013 dengan Keyakian dan persiapan yang mendadak 10 Mahasiswi tanpa seorangpun laki-laki nekat untuk mencapai Ijen crater.

15.30 WIB setelah kuliah berakhir kami langsung berangkat dari jember mengendarai motor. Tidak ada satu pun dari kami yang mengetahui jalan menuju kawah ijen, karena semua  Keras kepala sampai di bondowoso rombongan kami terpisah, 2 motor yang laen ketinggalan hingga tersesat di kota bondowoso, akhirnya kita berhenti di stasiun Bondowoso menunggu dan mencari hingga hampir 2 jam. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat sendiri2.
18.30 WIB Matahari sudah sembunyi di balik kegelapan malam, sehingga membuat kami berpikir untuk berheti sejenak untuk menunaikan sholat maghrib dan isya’. Dan alhamdulillah di masjid itu lah rombongan kami bertemu kembali. Beberapa orang di masjid itu menasehati kami agar tidak melanjutkan perjalanan, karena sangat berbahaya bagi perempuan seperti kami yang melakukan perjalanan malam ke gunung ijen, karena selain Jalanya yang melewati hutan kesunyian juga mengancam nyawa kami, dari situ kami berembug untuk terus atau bermalam di salah satu kepala desa disana hingga malam berakhir. Kembali lagi dengan sifat kita yang Keras kepala akhirnya kita kembali melanjutkan perjalanan.
Memang seperti orang2 desa disana, sepi, tak ada orang, mungkin hanya satu atau dua kendaraa yang melalui kami. Dalam setiap perjalanan Doa selalu basah di bibir kami, berharap Tuhan selalu menjaga kami hingga sampai di tujuan.
19.48 WIB Titik terang bagi kami setelah sampai pada pos pertama, saya berpikir perjalanan sudah semakin dekat, tapi ternyata subhanalloh... masih jauh banget L. Dingin mulai berkenalan dengan Tubuh kami. Semakin dekat semakin membuat tubuh menjadi kaku, hingga salah satu dari teman kami terjatuh dari motor karena tikungan dan jalan yang tinggi membuat mereka gak kuat untuk ngeGas motornya (hehehe bahasanya mulai amburadul) 
Pos pertama

21.44 WIB Senyuman, Tawa, keceriaan mulai terlukis di wajah kami ketika sudah sampai di tempat parkir motor. Dengan getaran tubuh yang menahan dingin kami mulai membuat tenda, menyiapkan makanan, dan mencari kayu untuk menghangatkan tubuh kami. Dingin menjadi penghalang kami untuk melakukan semua aktifitas tersebut, Tenda baru bisa berdiri ketika hampir 1 jam lebih,

Semakin malam aku mulai tidak bisa menahan dingin yang mulai menusuk paru-paru sampai di setiap nadiku (hahaha Lebay) meskipun sudah saling berpelukan dengan yang lain tapi tetap saja tidak bisa membuat kehangatan... aku lupa kalau hanya suhu tubuh laki-laki yang bisa menciptakan kehangatan hehehe
Sahabat paling Kocak

01.30 WIB Pendakian mulai kita lakukan. Berdoa bersama agar Tuhan tetap selalu menjaga kami. Kembali kesunyian, kegelapan dan bintang yang begitu terang selalu menjadi sahabat dalam setiap perjalanan. Ada satu cerita yang membuat saya kagum, Seorang ayah yang mendaki gunung dengan menggendong anak laki-lakinya mendahului kami. Sungguh seorang ayah yang sangat mengagumkan...!!!

Kami terus mendaki, mendaki, mendaki, dan mendaki, yang ada dipikiran saya hanya, “saya harus bisa melihat keindahan Blue Fire” Hingga saya tidak menyadari bahwa kami terpisah.
04.01 WIB Akhirnya selesai juga pendakian kami. Bintang sangat berantakan di atas kepala, sagat dekat, tapi kedekatanya tidak bisa membuat tanganku menjangkaunya J

Api Biru

04.04 WIB Ini dia yang saya tunggu-tunggu Penampakan dari Api Biru yang keindahanya mengalahkan matahari terbit, Blue Fire yang menjadi kebanggaan karena diyakini fenomena alam ini hanya ada 2 di dunia yakni Ijen dan Alaska. Meskipun wisatawan dilarang untuk turun mendekatinya, saya tetap mendekati kawasan tersebut, dan saya baru sadar bahwa tak ada penerangan yang saya bawa, tapi tanpa ragu, kaki tetap menelusuri jalan setapak yang kanan kirinya terdapat jurang dan tangan meraba-raba batu untuk menjadi pegagan. Tak jarang pekerja yang naik turun selalu menasehati dan memberikan bantuan sinar dari senter yang mereka bawa.

Itu yang aku pegang adalah belerang yang udah di bentuk sekian rupa sehingga menjadi sebuah bentuk yang cukup cantik apabila di taruh di ruang tengah.. pas udah di beli eh tanpa malu langsung minta photoin ama yang jualan. untuk gak di kenakan tarif juga, hehehe 



Meskipun udah siang yang namanya gunug tuh tetep dingin... bener2 dingin... dan itu adalah photo yang terakhir sebelum kita turun.
Bismillahirrohmanirrohim semoga pengalaman pertama naik gunung kami bisa dijadikan pengalaman yang luar biasa dan yang gak akan pernah terlupakan. dan semoga itu menjadi salah satu sebagai tali persahabatan kami untuk tetap selalu bertahan. amin... :)

0 komentar: